
Jakarta – Sebuah restoran ayam goreng di Taiwan menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan seorang pegawainya menginjak tumpukan kulit ayam mentah tanpa mengenakan alas kaki viral di media sosial. Rekaman tersebut memicu gelombang kritik dari publik hingga menarik perhatian otoritas keamanan pangan setempat.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi di gerai Wu Liang Wu Fried Chicken cabang Taiping, Kota Taichung. Video yang beredar memperlihatkan seorang pria tanpa mengenakan atasan berdiri di dalam wadah berisi kulit ayam mentah sambil menginjak-injaknya.
Tak hanya itu, pria tersebut sempat melontarkan candaan di depan kamera dengan menyebut tindakannya sebagai “eksfoliasi” untuk kulit ayam. Di sekitarnya juga tampak beberapa wadah lain yang berisi kulit ayam dalam jumlah besar.
Setelah video tersebut menyebar luas, banyak warganet mengecam tindakan yang dinilai tidak higienis. Sejumlah pelanggan mengaku kehilangan kepercayaan terhadap restoran dan menyatakan enggan kembali membeli makanan di sana.
Gelombang protes juga terlihat melalui ulasan Google. Banyak pengguna memberikan penilaian terendah serta mengganti julukan restoran dengan nama-nama bernada sindiran, seperti “Barefoot Fried Chicken Specialist” maupun “Foot Reflexology Shop”. Bahkan, beberapa pelanggan meminta uang mereka dikembalikan.
Menghadapi kontroversi tersebut, pihak manajemen Wu Liang Wu Fried Chicken mengeluarkan pernyataan melalui Threads pada 9 Juli. Mereka menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas insiden yang terjadi.
Dalam klarifikasinya, restoran mengklaim bahwa kulit ayam yang terlihat dalam video merupakan bahan yang sudah dikategorikan sebagai limbah sehingga tidak akan diolah maupun dijual kepada konsumen. Menurut mereka, aksi tersebut hanya dilakukan sebagai candaan oleh seorang pegawai tanpa menyangka rekamannya akan tersebar di internet.
Manajemen juga mengungkapkan bahwa karyawan yang bersangkutan telah diberhentikan. Selain itu, perusahaan berencana mengambil langkah hukum terkait penyebaran video tersebut, memperketat pelatihan kebersihan bagi seluruh pegawai, serta bekerja sama dengan pihak berwenang dalam proses pemeriksaan.
Meski demikian, penjelasan tersebut belum berhasil meredam kritik. Banyak netizen meragukan klaim bahwa seluruh kulit ayam itu merupakan limbah karena jumlahnya dianggap terlalu banyak. Sebagian juga mempertanyakan apakah kondisi bahan makanan tersebut masih dapat diverifikasi melalui proses investigasi.
Sementara itu, otoritas keamanan pangan Taiwan dilaporkan telah membuka penyelidikan atas kasus tersebut. Petugas akan melakukan inspeksi ke restoran untuk memastikan kepatuhan terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan.
Apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan sanitasi makanan, pihak restoran diwajibkan melakukan perbaikan sesuai ketentuan. Jika tidak memenuhi kewajiban tersebut, pengelola berpotensi dikenai sanksi administratif berupa denda sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keamanan dan Sanitasi Pangan Taiwan.
