
DALAM semesta Jujutsu Kaisen, perpindahan wadah Ryomen Sukuna dari Yuji Itadori ke Megumi Fushiguro menjadi salah satu plot twist paling mengejutkan sekaligus krusial. Sejak awal cerita, Sukuna telah menunjukkan ketertarikan yang tidak biasa terhadap Megumi, yang puncaknya terjadi pada insiden “Enchain”.
Temukan lebih banyak
Keputusan sang Raja Kutukan untuk meninggalkan Yuji dan memilih Megumi bukanlah tanpa alasan. Terdapat kalkulasi strategis yang melibatkan potensi kekuatan, kebebasan kehendak, hingga rencana jangka panjang untuk menguasai dunia jujutsu sepenuhnya. Berikut adalah analisis mendalam mengenai alasan Ryomen Sukuna lebih memilih Megumi Fushiguro sebagai wadahnya.
1. Yuji Itadori Adalah “Penjara”, Bukan Sekadar Wadah
Alasan utama Sukuna ingin keluar dari tubuh Yuji Itadori adalah karena Yuji memiliki ketahanan mental dan fisik yang abnormal terhadap kutukan. Yuji bukan sekadar wadah (vessel), melainkan “penjara” bagi Sukuna. Dalam tubuh Yuji, Sukuna tidak memiliki kendali penuh dan hanya bisa keluar jika Yuji mengizinkannya atau dalam kondisi terdesak.
Sebaliknya, Megumi Fushiguro memiliki potensi untuk menjadi wadah yang bisa dikendalikan. Sukuna menyadari bahwa Megumi tidak memiliki resistensi alami yang sama dengan Yuji, sehingga jika ia berhasil mengambil alih, ia akan memiliki kontrol penuh atas tubuh tersebut tanpa hambatan dari kesadaran inangnya.
2. Potensi Teknik Ten Shadows (Tokusa no Kage Bōjutsu)
Sukuna adalah seorang jenius taktik yang sangat menghargai teknik kutukan yang unik dan kuat. Ketertarikannya pada Megumi dimulai saat ia melihat Megumi bertarung menggunakan teknik Ten Shadows. Sukuna menyadari bahwa teknik warisan keluarga Zenin ini memiliki potensi yang jauh melampaui apa yang disadari oleh Megumi sendiri.
- Kemampuan Adaptasi: Sukuna sangat tertarik pada shikigami terkuat dalam teknik ini, yaitu Eight-Handled Sword Divergent Sila Divine General Mahoraga. Kemampuan Mahoraga untuk beradaptasi dengan segala jenis fenomena adalah aset yang sangat berharga bagi Sukuna.
- Fleksibilitas Bayangan: Teknik ini memungkinkan penggunanya untuk menyimpan benda, bersembunyi di dalam bayangan, dan memanggil berbagai shikigami yang bisa dikombinasikan.
3. Rencana Menghancurkan Jiwa Megumi
Untuk memastikan kontrol absolut, Sukuna tidak hanya memindahkan jiwanya, tetapi juga melakukan skema untuk menghancurkan semangat hidup Megumi. Sukuna memahami bahwa kekuatan wadah berkaitan dengan kondisi mentalnya. Dengan menggunakan tubuh Megumi untuk membunuh orang-orang terdekatnya, Sukuna memastikan bahwa jiwa Megumi tenggelam dalam keputusasaan, sehingga tidak ada perlawanan internal seperti yang dilakukan Yuji.
4. Kebebasan Bertindak Tanpa Sumpah Pengikat
Saat berada di tubuh Yuji, Sukuna terikat oleh Sumpah Pengikat (Binding Vow) yang membatasi geraknya. Dengan berpindah ke Megumi, Sukuna berhasil memutus rantai tersebut. Ia memanfaatkan celah dalam sumpah yang ia buat dengan Yuji untuk mentransfer kekuatannya ke Megumi dalam satu momen krusial, yang memungkinkannya bebas melakukan kekacauan tanpa batasan moral atau kontrak lama.
Peristiwa perpindahan wadah ini terjadi pada arc Culling Game, yang menandai titik balik besar dalam narasi Jujutsu Kaisen, mengubah dinamika kekuatan antara para penyihir jujutsu dan sang Raja Kutukan.
