
Jakarta – Camilan sebelum tidur tidak selalu harus dihindari. Pisang justru bisa menjadi salah satu pilihan yang membantu tubuh lebih rileks dan mendukung kualitas tidur. Apa alasannya?
Tidur malam yang berkualitas menjadi tantangan bagi sebagian orang. Ada yang mencoba berbagai metode, mulai dari meditasi, minuman herbal, hingga obat tertentu agar lebih cepat terlelap.
Padahal, pilihan makanan yang dikonsumsi menjelang tidur juga dapat berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Sejumlah pakar kesehatan menyarankan makanan yang mendukung produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur.
Salah satu buah yang bisa menjadi pilihan adalah pisang.
Pisang kaya nutrisi pendukung tidur
Mengutip Mirror UK, pakar kesehatan dari Benenden Health menyarankan untuk menghindari sejumlah makanan menjelang tidur, termasuk cokelat, keju, keripik, dan es krim. Makanan tersebut dianggap kurang ideal jika dikonsumsi pada malam hari.
Sebagai gantinya, makanan yang mendukung produksi melatonin dapat dipilih sebagai camilan. Pisang termasuk salah satunya.
Buah yang identik dengan sarapan ini ternyata juga cocok dikonsumsi pada malam hari. Jika ingin lebih mengenyangkan, pisang dapat dipadukan dengan sekitar satu sendok makan selai kacang organik.
Menurut Healthline, pisang mengandung sejumlah nutrisi yang berkaitan dengan kualitas tidur, antara lain magnesium, triptofan, vitamin B6, karbohidrat, dan kalium.
Magnesium membantu tubuh lebih rileks
Salah satu kandungan penting dalam pisang adalah magnesium. Dalam satu buah pisang berukuran sedang dengan berat sekitar 126 gram terdapat kurang lebih 34 miligram magnesium, atau sekitar 8% kebutuhan harian.
Magnesium berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk membantu menjaga ritme sirkadian. Mineral ini juga berkaitan dengan fungsi otot dan sistem saraf sehingga tubuh dapat menjadi lebih rileks ketika memasuki waktu istirahat.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa asupan magnesium dapat berhubungan dengan produksi melatonin serta kadar kortisol.
Melatonin berperan dalam mengatur tidur
Melatonin merupakan hormon yang secara alami diproduksi tubuh ketika malam tiba. Hormon ini membantu memberi sinyal kepada tubuh bahwa sudah waktunya beristirahat.
Ketika produksi melatonin berlangsung secara optimal, seseorang dapat lebih mudah mengantuk dan mempertahankan waktu tidur dengan lebih baik.
Kandungan nutrisi dalam pisang, termasuk magnesium dan vitamin B6, menjadi alasan buah ini kerap dikaitkan dengan dukungan terhadap proses tersebut.
Namun, mengonsumsi pisang bukan berarti otomatis dapat mengatasi semua masalah tidur. Kualitas tidur tetap dipengaruhi banyak faktor, termasuk kebiasaan sebelum tidur, stres, kondisi lingkungan, dan pola hidup secara keseluruhan.
Pisang bukan satu-satunya pilihan
Selain pisang, Benenden Health juga menyebut beberapa makanan lain yang dapat menjadi pilihan menjelang tidur. Di antaranya madu mentah, ceri, daging kalkun, dan almond.
Makanan tersebut mengandung berbagai nutrisi yang dapat membantu tubuh lebih siap untuk beristirahat.
Jadi, bagi yang ingin mencoba cara sederhana untuk mendukung tidur berkualitas, mengatur pilihan camilan malam bisa menjadi salah satu langkah. Pisang dapat menjadi pilihan praktis karena mudah ditemukan dan mengandung sejumlah nutrisi penting.
Tetap perhatikan porsinya dan jangan mengandalkan makanan tertentu sebagai pengganti penanganan medis apabila gangguan tidur berlangsung terus-menerus.
