
Jakarta – Jambu biji merah tak hanya dikenal sebagai buah yang kaya nutrisi. Sebuah penelitian terbaru menemukan adanya potensi jus jambu biji dalam membantu meningkatkan kadar hemoglobin, terutama ketika dikonsumsi bersamaan dengan suplemen zat besi.
Temuan tersebut menjadi perhatian karena anemia defisiensi zat besi masih banyak dialami oleh kelompok tertentu, termasuk remaja putri dan wanita hamil. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang cukup untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan.
Dikutip dari Food and Wine, penelitian mengenai manfaat jus jambu biji tersebut dipublikasikan dalam jurnal BMJ Nutrition Prevention & Health. Studi ini merupakan tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan pada Mei.
Peneliti mengumpulkan hasil dari 17 penelitian, dengan enam penelitian melibatkan remaja putri dan 11 lainnya dilakukan pada wanita hamil. Kedua kelompok tersebut diketahui memiliki prevalensi anemia yang relatif tinggi, seperti dilaporkan Science Daily.
Dari keseluruhan penelitian, sebagian besar mengevaluasi penggunaan jus jambu biji bersamaan dengan suplementasi zat besi. Pada 12 studi yang melibatkan total 265 peserta, kombinasi tersebut dikaitkan dengan kenaikan kadar hemoglobin rata-rata sebesar 1,71 gram per desiliter (g/dL).
Jika dilihat berdasarkan kelompok peserta, kadar hemoglobin pada remaja putri meningkat rata-rata 1,52 g/dL. Sementara itu, wanita hamil mengalami peningkatan yang sedikit lebih tinggi, yakni sekitar 1,84 g/dL.
Peneliti kemudian membandingkan lima penelitian yang melihat perbedaan antara peserta yang hanya memperoleh suplemen zat besi dan mereka yang mendapatkan tambahan jus jambu biji. Hasilnya menunjukkan kelompok yang mengonsumsi jus jambu bersama zat besi memiliki kadar hemoglobin rata-rata 1,29 g/dL lebih tinggi.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa jus jambu biji berpotensi membantu proses penanganan anemia defisiensi zat besi, khususnya jika menjadi bagian dari asupan yang diberikan bersama terapi zat besi. Salah satu kemungkinan yang mendasarinya adalah kandungan vitamin C dalam jambu biji yang dapat membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik.
Namun, manfaat tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menggantikan pengobatan anemia yang sudah direkomendasikan tenaga medis.
Profesor Sumantra Ray, kepala ilmuwan sekaligus direktur eksekutif NNEdPro Global Institute for Food, Nutrition and Health, mengingatkan bahwa masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan dosis dan durasi penggunaan yang paling tepat.
Menurutnya, tanpa bukti tambahan mengenai dosis terapeutik serta lama konsumsi yang efektif, jus jambu biji belum dapat direkomendasikan sebagai pengganti terapi konvensional bagi orang yang berisiko mengalami anemia defisiensi zat besi.
Penelitian yang dianalisis juga memiliki keterbatasan. Durasi penelitian relatif singkat sehingga belum diketahui secara pasti berapa lama peningkatan kadar hemoglobin yang ditemukan dapat bertahan. Para ilmuwan pun menilai temuan ini masih menjadi dasar untuk penelitian berikutnya.
Kandungan Nutrisi Jambu Biji
Selain potensinya dalam mendukung penyerapan zat besi, jambu biji merah juga menyediakan berbagai nutrisi. Dalam setiap 100 gram buah jambu biji terdapat sekitar 56 kalori, 14 gram karbohidrat, 13 gram gula, 0,5 gram serat, 12 miligram sodium, dan 24 miligram vitamin C, berdasarkan data yang dikutip dari Pharmeasy.
Kandungan airnya yang cukup tinggi dan lemak yang relatif rendah membuat jambu biji juga kerap dipilih sebagai bagian dari menu sehari-hari.
Meski demikian, konsumsi jus jambu biji sebaiknya tidak dianggap sebagai cara tunggal untuk mencegah atau mengatasi anemia. Jika anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi, kebutuhan zat besi tetap perlu dipenuhi melalui makanan dan, bila direkomendasikan dokter, suplemen atau terapi yang sesuai.
Dengan kata lain, jus jambu biji berpotensi menjadi pelengkap pola makan dan terapi zat besi, bukan pengganti pengobatan anemia.
