
Turun 22 Kg dalam 3 Bulan, Ahli Gizi Bagikan 10 Kebiasaan yang Dijalani
Jakarta – Menurunkan berat badan tidak selalu berarti harus menghilangkan nasi atau menjalani diet dengan aturan yang sangat ketat. Seorang ahli gizi asal India bernama Neha membuktikannya dengan tetap mengonsumsi makanan yang ia sukai, termasuk nasi.
Dalam tiga bulan, berat badan Neha disebut berkurang sebanyak 22 kilogram, dari 75 kilogram menjadi 53 kilogram. Ia kemudian membagikan sejumlah kebiasaan yang diterapkannya selama menjalani proses tersebut melalui unggahan di Instagram.
Menurut Neha, perubahan tidak hanya berfokus pada makanan, tetapi juga mencakup rutinitas pagi, waktu makan, aktivitas setelah menyantap makanan, hingga pemilihan jenis pangan.
Dikutip dari NDTV, berikut 10 kebiasaan yang ia terapkan:
1. Tetap Menyantap Nasi
Nasi tidak dicoret dari menu Neha meskipun sedang berusaha menurunkan berat badan. Ia masih mengonsumsinya setiap hari dengan memperhatikan jumlah yang disantap.
Menurutnya, nasi tidak otomatis menjadi makanan yang buruk bagi orang yang sedang berdiet. Kuncinya adalah mengatur porsinya agar tidak berlebihan.
2. Terapkan Pola Makan 80:20
Neha juga tidak sepenuhnya menghindari makanan favorit. Ia menggunakan prinsip 80:20, yaitu sekitar 80 persen makanan sehari-hari berasal dari pilihan yang bernutrisi, sedangkan 20 persen lainnya dapat digunakan untuk menikmati makanan atau camilan yang disukai.
Menurut Neha, pola tersebut membuatnya lebih mudah menjalani diet tanpa merasa bersalah ketika sesekali mengonsumsi makanan favorit.
3. Bergerak Setelah Makan
Kebiasaan lain yang dilakukannya adalah tetap aktif setelah makan. Neha menyempatkan diri bergerak selama kurang lebih 10 menit dan tidak langsung duduk atau berdiam diri.
Ia mengklaim aktivitas singkat setelah makan tersebut membantunya menghindari penumpukan lemak dalam tubuh.
4. Pilih Camilan Berupa Makanan Utuh
Ketika merasa lapar di antara waktu makan, Neha lebih memilih real food atau makanan utuh sebagai camilan.
Istilah real food umumnya merujuk pada bahan makanan yang minim proses pengolahan, seperti buah, sayuran, dan kacang-kacangan, bukan produk ultra-proses atau ultra-processed food (UPF).
5. Tidak Menghindari Lemak
Diet yang dijalani Neha juga tidak mengharuskannya menghilangkan lemak sepenuhnya. Ia tetap memasukkan sumber lemak ke dalam makanan sehari-hari.
Salah satunya adalah ghee atau mentega murni yang banyak digunakan dalam masakan India. Neha berpendapat bahwa ghee tidak selalu menyebabkan berat badan bertambah dan mengaitkannya dengan keseimbangan hormon.
6. Konsumsi Makanan Fermentasi
Yogurt dan acar menjadi bagian dari makanan yang rutin dikonsumsi Neha. Keduanya merupakan makanan fermentasi yang menurutnya membantu menjaga kondisi pencernaan.
Kebiasaan tersebut dipertahankan sebagai bagian dari pola makan selama menjalani program penurunan berat badan.
7. Mengawali Hari dengan Infused Water
Rutinitas pagi Neha juga melibatkan minuman yang ia sebut detox water. Pada dasarnya, minuman tersebut berupa air putih yang diberi tambahan potongan buah atau sayuran dan lebih umum dikenal sebagai infused water.
Ia menyebut rutinitas paginya sebagai ‘Morning Army’. Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upayanya mendukung kesehatan pencernaan dan kulit.
8. Minum Cuka Apel Sebelum Makan
Sebelum menyantap makanan utama maupun dessert, Neha mengaku mengonsumsi apple cider vinegar atau cuka apel.
Ia menjadikan kebiasaan tersebut sebagai persiapan sebelum makan dengan tujuan membantu menghadapi peningkatan kadar gula darah setelah mengonsumsi makanan.
9. Perbanyak Makanan Anti-inflamasi
Neha mengatakan sekitar 80 persen makanan dalam pola makannya mengikuti prinsip anti-inflamasi. Pilihan makanan tersebut mencakup bahan pangan yang kaya antioksidan dan lemak sehat.
Contohnya antara lain ikan berlemak seperti salmon, buah beri, serta berbagai sayuran hijau. Neha mengaitkan pola makan tersebut dengan berkurangnya keluhan perut kembung yang ia rasakan.
10. Makan Tiga Kali dalam Sehari
Alih-alih membagi makanan menjadi banyak sesi kecil, Neha memilih makan tiga kali sehari. Ia menilai tiga kali makan dengan porsi normal lebih sesuai baginya dibandingkan makan hingga enam kali dengan porsi kecil atau diselingi banyak camilan.
Pola tersebut kemudian dijalankan secara konsisten selama proses penurunan berat badan.
Bukan Berarti Harus Mengikuti Semuanya
Pengalaman Neha menunjukkan bahwa proses penurunan berat badan dapat melibatkan berbagai kebiasaan, bukan hanya membatasi jenis makanan tertentu. Ia tetap makan nasi, masih menikmati makanan favorit, dan memasukkan sumber lemak dalam menu hariannya.
Namun, pengalaman pribadi seseorang tidak otomatis menjadi aturan yang berlaku untuk semua orang. Kebutuhan kalori, kondisi tubuh, aktivitas fisik, serta pola makan setiap individu berbeda.
Karena itu, kebiasaan diet sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing dan, bila diperlukan, dikonsultasikan dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan.
