
Jakarta – Salad menjadi salah satu menu favorit bagi banyak orang yang menjalani pola makan sehat karena kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Namun, manfaat tersebut bisa berkurang jika topping yang digunakan tidak dipilih dengan bijak.
Umumnya, salad terdiri dari aneka sayuran segar yang dipadukan dengan sumber protein, seperti dada ayam, telur rebus, tuna, tahu, tempe, atau edamame. Berbagai jenis dressing juga sering ditambahkan agar cita rasanya semakin lezat. Sayangnya, beberapa pelengkap justru dapat meningkatkan kandungan kalori, gula, lemak, hingga garam pada salad.
Dirangkum dari Dr Oz, berikut lima topping yang sebaiknya tidak digunakan secara berlebihan agar salad tetap bernilai gizi tinggi.
1. Dressing creamy
Dressing seperti ranch, Caesar, maupun blue cheese memang memberi rasa gurih dan tekstur lembut. Akan tetapi, jenis saus ini umumnya mengandung kalori, lemak, dan natrium yang cukup tinggi. Sebagai pilihan yang lebih sehat, gunakan dressing berbahan dasar minyak zaitun, perasan lemon, atau cuka balsamic.
2. Protein yang digoreng
Saat memilih lauk untuk salad, sebaiknya utamakan ayam, ikan, atau daging yang dipanggang daripada digoreng. Protein yang dibalut tepung lalu digoreng mengandung lebih banyak lemak, kalori, dan karbohidrat tambahan sehingga mengurangi manfaat sehat dari salad.
3. Buah kering
Buah kering memang berasal dari buah asli, tetapi proses pengolahannya sering membuat kandungan gulanya lebih tinggi. Selain itu, kalorinya juga lebih padat dibanding buah segar. Agar asupan serat dan vitaminnya tetap optimal, buah segar merupakan pilihan topping yang lebih baik.
4. Keju
Keju dapat memperkaya rasa sekaligus menyumbang protein dan kalsium. Namun, penggunaannya sering kali berlebihan, terutama keju cheddar yang memiliki kandungan lemak dan kalori cukup tinggi. Menambahkan keju secukupnya sudah cukup untuk memperoleh cita rasa gurih tanpa membuat kalori melonjak.
5. Crouton
Crouton berupa potongan roti yang dipanggang atau digoreng hingga renyah memang memberikan tekstur yang menarik pada salad. Meski begitu, makanan ini termasuk sumber karbohidrat olahan yang umumnya tinggi garam dan lemak. Jika dikonsumsi terlalu banyak, crouton dapat menambah asupan kalori tanpa memberikan banyak nilai gizi.
