
Jakarta – Kopi kerap menjadi pilihan untuk mengawali hari karena kandungan kafeinnya dapat membantu meningkatkan rasa waspada dan energi. Di sisi lain, kopi juga mengandung antioksidan serta sejumlah senyawa alami yang dikaitkan dengan manfaat bagi tubuh.
Beberapa penelitian menghubungkan konsumsi kopi dengan fungsi kognitif yang lebih baik, metabolisme, serta risiko lebih rendah terhadap sejumlah penyakit kronis. Namun, manfaat tersebut bisa kurang optimal apabila kopi dikonsumsi dengan cara yang tidak tepat.
Kebiasaan seperti menambahkan terlalu banyak gula, minum menjelang tidur, atau bahkan melewatkan waktu makan demi secangkir kopi justru dapat menimbulkan masalah lain.
Dikutip dari Times of India, berikut beberapa kesalahan saat minum kopi yang sebaiknya dihindari.
1. Menjadikan kopi sebagai pengganti makanan
Kopi terkadang dapat membuat nafsu makan berkurang sehingga seseorang merasa tidak perlu segera makan. Namun, menjadikan kopi sebagai pengganti makanan bukan kebiasaan yang baik.
Tubuh tetap membutuhkan protein, serat, lemak sehat, vitamin, dan mineral dari makanan untuk menghasilkan energi yang bertahan lebih lama. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, seseorang dapat mengalami kelelahan, perubahan suasana hati, hingga kekurangan nutrisi.
Lebih baik nikmati kopi bersama makanan, misalnya sebagai minuman pendamping sarapan.
2. Terlalu banyak menambahkan gula atau sirup
Kopi yang pahit mungkin terasa kurang nikmat bagi sebagian orang sehingga gula, sirup, atau pemanis lainnya ditambahkan dalam jumlah banyak.
Masalahnya, tambahan tersebut dapat meningkatkan asupan kalori dan gula harian. Konsumsi gula berlebihan dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, diabetes tipe 2, dan hipertensi.
Asupan gula yang tinggi juga dapat memengaruhi keseimbangan mikrobioma usus yang berperan dalam sistem pencernaan dan kekebalan tubuh.
Jika memungkinkan, kurangi jumlah gula secara bertahap atau pilih kopi dengan rasa yang lebih alami.
3. Memilih kopi tanpa proses penyaringan
Kopi yang masih menyisakan ampas, seperti kopi Turki atau kopi yang dibuat menggunakan French press, memang memiliki cita rasa khas. Namun, metode tersebut membuat senyawa tertentu lebih banyak tertinggal dalam minuman.
Kopi tanpa filter dapat mengandung diterpen, terutama kafestol dan kahweol. Kedua senyawa tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu.
Sebagai alternatif, gunakan metode seduh yang memakai kertas filter, seperti drip coffee atau pour over.
4. Langsung minum kopi begitu membuka mata
Kebiasaan langsung mencari kopi setelah bangun tidur juga sebaiknya dipertimbangkan kembali. Tubuh secara alami mengalami peningkatan hormon kortisol pada pagi hari.
Kortisol berperan dalam mengatur kewaspadaan dan energi. Karena itu, tidak selalu diperlukan tambahan kafein tepat setelah bangun.
Memberikan jeda sebelum minum kopi dapat menjadi pilihan, terutama jika seseorang merasa konsumsi kopi terlalu pagi membuat tubuh tidak nyaman.
5. Ngopi terlalu dekat dengan waktu tidur
Kafein merupakan stimulan yang efeknya dapat bertahan selama beberapa jam di dalam tubuh. Jika dikonsumsi terlalu sore atau malam, kafein berpotensi mengganggu waktu tidur dan kualitas istirahat.
Kurang tidur tentu dapat berdampak pada kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk konsentrasi dan kebugaran pada hari berikutnya. Pada sebagian orang, konsumsi kafein terlalu larut juga dapat disertai rasa gelisah, sakit kepala, mual, atau lebih sering buang air kecil.
Karena itu, bagi orang yang sensitif terhadap kafein, kopi sebaiknya tidak diminum terlalu dekat dengan waktu tidur.
Pada dasarnya, kopi tidak harus dihindari hanya karena mengandung kafein. Cara dan waktu mengonsumsinya juga perlu diperhatikan. Membatasi gula tambahan, memilih metode seduh yang sesuai, tidak menggantikan makanan dengan kopi, serta menghindari konsumsi terlalu malam dapat membantu menjadikan kebiasaan ngopi lebih seimbang.
