
Jakarta – Sup miso merupakan salah satu hidangan khas Jepang yang populer karena cita rasanya yang gurih dan ringan. Di balik rasanya, makanan berbahan dasar pasta kedelai fermentasi ini juga mengandung sejumlah nutrisi dan senyawa yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh.
Umumnya, sup miso dibuat dari pasta miso, kaldu dashi, tofu, dan rumput laut. Proses fermentasi pada miso menghasilkan berbagai komponen yang dikaitkan dengan kesehatan pencernaan, sementara kedelai dan bahan lainnya menyumbangkan protein serta antioksidan.
Dilansir dari Health, berikut beberapa manfaat yang dikaitkan dengan konsumsi sup miso.
1. Membantu Menjaga Keseimbangan Mikrobioma Usus
Miso merupakan produk kedelai yang difermentasi dan dapat mengandung mikroorganisme baik. Komponen hasil fermentasi tersebut berpotensi membantu menjaga keseimbangan bakteri di dalam saluran pencernaan.
Kondisi mikrobioma yang seimbang berperan dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Karena itu, makanan fermentasi seperti miso dapat menjadi salah satu bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan usus.
Sup miso yang dilengkapi tofu dan rumput laut juga memberikan tambahan nutrisi dari bahan-bahan tersebut.
2. Berpotensi Mendukung Kesehatan Jantung
Kandungan kedelai dalam miso dan tofu menyediakan protein nabati. Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi protein kedelai dengan kadar LDL atau kolesterol jahat yang lebih rendah.
Miso juga mengandung fitosterol yang dapat membantu mengurangi penyerapan kolesterol dari makanan. Selain itu, isoflavon pada kedelai memiliki aktivitas antioksidan yang berpotensi membantu melindungi pembuluh darah.
Salah satu penelitian pada 2019 menemukan bahwa konsumsi sekitar 25 gram protein kedelai per hari dapat membantu menurunkan kadar LDL.
3. Menyumbang Senyawa Antioksidan
Kedelai yang menjadi bahan utama miso mengandung isoflavon. Senyawa tersebut termasuk fitoestrogen, yakni senyawa tanaman yang memiliki struktur menyerupai estrogen dan dapat memberikan berbagai efek biologis.
Sifat antioksidan pada isoflavon membuatnya berpotensi membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Sejumlah penelitian juga telah mengeksplorasi kaitan konsumsi kedelai dan isoflavon dengan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara dan usus besar.
Rumput laut yang kerap menjadi pelengkap sup miso juga mengandung berbagai senyawa bioaktif yang sedang diteliti potensinya terhadap kesehatan.
Namun, manfaat tersebut tidak berarti sup miso dapat mencegah atau mengobati kanker. Pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor yang lebih penting.
4. Mengandung Natrium Tinggi, Jadi Tetap Perlu Dibatasi
Miso dibuat melalui proses fermentasi yang melibatkan garam. Karena itu, sup miso umumnya memiliki kandungan natrium cukup tinggi, terlebih jika menggunakan kaldu dashi yang juga mengandung garam.
Natrium yang dikonsumsi secara berlebihan diketahui berkaitan dengan peningkatan tekanan darah. Menariknya, sejumlah penelitian menemukan adanya komponen dalam miso yang mungkin memengaruhi respons tubuh terhadap natrium.
Meski demikian, bukti mengenai efek tersebut masih terus diteliti. Kandungan natrium pada sup miso tetap perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang harus membatasi asupan garam.
Dengan demikian, sup miso dapat menjadi salah satu pilihan makanan yang mengandung protein nabati, senyawa hasil fermentasi, dan antioksidan. Namun, konsumsinya tetap sebaiknya dalam jumlah wajar dan menjadi bagian dari pola makan yang beragam.
