
Jakarta – Teh lemon dikenal sebagai minuman yang menyegarkan sekaligus kaya antioksidan. Meski sering dianggap menyehatkan, konsumsinya tetap perlu dibatasi karena jika diminum berlebihan dapat memicu sejumlah efek yang kurang baik bagi tubuh.
Teh merupakan salah satu minuman paling populer di dunia dengan beragam varian, mulai dari teh hitam, teh hijau, hingga teh herbal. Salah satu racikan yang banyak digemari adalah teh lemon, perpaduan rasa sepat teh dan segarnya lemon yang sering dikaitkan dengan manfaat untuk daya tahan tubuh maupun program penurunan berat badan.
Namun, di balik manfaat tersebut, teh lemon juga memiliki sisi yang perlu diwaspadai. Kandungan asam dari lemon yang dipadukan dengan senyawa alami dalam teh dapat menimbulkan dampak tertentu jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan.
Dirangkum dari Times of India, berikut beberapa efek samping yang perlu diketahui.
1. Kandungan Asamnya Cukup Tinggi
Lemon memiliki sifat asam, begitu pula teh yang mengandung tanin. Ketika keduanya dipadukan, tingkat keasaman minuman meningkat.
Jika dikonsumsi berlebihan, kondisi ini berpotensi menyebabkan enamel gigi terkikis, gigi menjadi lebih sensitif, memicu refluks asam lambung, mulas, hingga rasa tidak nyaman pada saluran cerna.
Untuk mengurangi risikonya, hindari minum teh lemon saat perut kosong dan biasakan berkumur atau minum air putih setelah mengonsumsinya.
2. Berpotensi Meningkatkan Risiko Batu Ginjal
Konsumsi teh lemon dalam jumlah besar juga dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal pada sebagian orang.
Ahli gizi Shruti Naidu menjelaskan bahwa lemon mengandung oksalat yang dapat berkontribusi terhadap pembentukan batu ginjal jika dikonsumsi berlebihan. Sementara itu, kandungan kafein pada teh juga dapat menimbulkan efek seperti jantung berdebar, sulit tidur, hingga rasa gelisah.
Selain itu, asupan vitamin C yang terlalu tinggi juga dapat memengaruhi penyerapan kalsium sehingga sebaiknya tetap dikonsumsi secukupnya.
3. Bisa Memicu Gangguan Pencernaan
Tambahan air atau irisan lemon membuat teh menjadi lebih asam. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga memunculkan keluhan seperti kembung, nyeri ulu hati, sembelit, hingga refluks.
Asam sitrat dari lemon bersama tanin dalam teh juga berpotensi mengiritasi lapisan lambung, terutama jika dikonsumsi dalam keadaan perut kosong.
4. Memicu Dehidrasi Jika Berlebihan
Meski berbentuk minuman, teh lemon tidak selalu membantu menjaga cairan tubuh bila dikonsumsi berlebihan.
Kafein dalam teh memiliki efek diuretik yang meningkatkan produksi urine. Lemon juga dapat merangsang ginjal membuang lebih banyak cairan dan elektrolit. Akibatnya, tubuh berisiko kehilangan cairan lebih cepat.
Gejala dehidrasi yang dapat muncul antara lain sakit kepala, rasa haus berlebihan, tubuh lemas, hingga penurunan konsentrasi.
5. Dapat Memengaruhi Kesehatan Tulang
Konsumsi teh lemon secara terus-menerus dalam jumlah tinggi juga disebut dapat berdampak pada kesehatan tulang.
Lemon diketahui dapat meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urine. Selain itu, keberadaannya dalam teh diduga meningkatkan penyerapan aluminium alami dari daun teh yang umumnya hanya terserap dalam jumlah kecil.
Jika berlangsung dalam jangka panjang dan tidak diimbangi asupan kalsium yang cukup, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kepadatan tulang. Karena itu, teh lemon sebaiknya tetap dinikmati dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
