Dalam momen perayaan Imlek yang jatuh pada awal tahun baru Cina, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Tionghoa Indonesia. Ucapan tersebut tidak hanya sebatas salam, tetapi juga mengandung pesan mendalam tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman budaya dan agama.
Pesan Menag Nasaruddin Umar tentang Persatuan
Dalam pernyataannya, Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman suku, agama, dan budaya. Ia mengingatkan bahwa keberagaman ini harus menjadi kekuatan, bukan menjadi sumber perpecahan. Menurutnya, perayaan Imlek adalah momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkuat rasa saling menghormati antar umat beragama dan suku bangsa.
Imlek sebagai Momentum Perayaan Bersama
Imlek, sebagai hari raya penting bagi masyarakat Tionghoa, dipandang sebagai simbol kebersamaan dan harapan akan keberuntungan serta kedamaian. Menag Nasaruddin Umar mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk merayakan Imlek dengan semangat persatuan, menjunjung tinggi toleransi, dan mempererat hubungan antar sesama warga negara.
Membangun Indonesia yang Harmonis
Bagi Indonesia, keberagaman merupakan kekayaan yang harus dirayakan dan dijaga bersama-sama. Ucapan Selamat Imlek dari Menag Nasaruddin Umar menjadi pengingat bahwa keberagaman harus menjadi jembatan untuk membangun Indonesia yang harmonis, damai, dan maju. Ia menegaskan bahwa persatuan adalah fondasi utama dalam mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia.
